Baca Berita

ANAK MENOLAK MEMAKAI BAJU SERAGAM SEKOLAH

Oleh : kb.kotadenpasar | 09 September 2016 | Dibaca : 808 Pengunjung

Apa kabar Ayah Bunda dan sahabat balita tercinta...kali ini kami dari Tim Ciluba akan membagikan informasi seputar permasalahan perilaku anak yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari berikut beberapa cara untuk mengatasinya. Edisi hari ini Jumat, 9 September 2016, adalah :

 

Sebelum Ayah bunda mengambil tindakan apapun atas masalah ini, sebaiknya Ayah bunda telaah lebih dalam dahulu. Perhatikan apakah anak menolak memakai baju berkerah dan berkancing ketika hendak sekolah saja? Apakah sebelumnya anak sudah bisa mengenakan baju berkancing ataukah ia masih kesulitan mengenakan baju semacam ini? Apakah ia tetap menolak sekolah jika diperbolehkan tidak mengenakan kemeja? Sampai sejauh mana reaksi penolakan anak, apakah sampai berteriak atau menangis histeris setiap kali melihat kemeja? Sampai sejauh mana reaksi penolakan anak, apakah sampai berteriak atau menangis histeris setiap kali melihat kemeja?

Apabila anak menolak mengenakan kemeja hanya ketika akan sekolah dan tetap tidak mau sekolah meski sudah diperbolehkan tidak perlu memakai seragam kemeja, mungkin yang dihindari si anak sebenarnya adalah sekolah. Kemeja hanya dijadikan alasan, sama dengan anak yang berpura-pura sakit ketika akan sekolah. Kesimpulan ini tent saja harus datang dari pengamatan yang cermat. Jika benar demikian, temui dan bicaralah dengan guru anak di sekolah untuk mencari tahu apakah anak mengalami masalah di sekolah baik dari sisi pelajaran (misalnya, kesulitan menguasai pelajaran tertentu, mendapat nilai buruk berkali-kali) maupun dalam bersosialisasi dengan teman (misalnya, pernah berkelahi dengan teman, diperas atau dikucilkan teman). Dengan mengetahui masalahnya, kita bisa membantu anak memecahkan masalahnya. Penolakan pergi ke sekolah bisa juga disebabkan oleh adanya masalah di rumah yang membuat anak tertekan dan merasa enggan bersekolah. Biasanya masalah-masalah yang membuat anak enggan sekolah antara lain salah satu orang tua sakit keras, pertengkaran orang tua, atau situasi menekan lain yang membuat anak memilih untuk tinggal di rumah.

Anak mungkin juga menolak mengenakan kemeja karena belum terampil mengancingkan. Banyak anak yang menghindari tugas-tugas sulit yang seharusnya mereka selesaikan. Jadi mereka lebih baik menolak tugas tersebut daripada gagal ketikaa mengerjakannya. Jika demikian, anak perlu dilatih untuk mengancingkan, misalnya dimulai dengan mengancingkan baju ketika hendak melipat baju selesai diseterika.

Kemungkinan lain yang perlu ditinjau berdasarkan pertanyan-pertanyaan diatas tadi adalah anak mengalami trauma dimana kancing atau kemeja mengingatkannya pada peristiwa traumatis tersebut. Trauma ini diindikasikan apabila anak menolak mengenakan kemeja setiap saat (tidak hanya ketika akan sekolah) dan anak menunjukkan reaksi berlebihan seperti berteriak atau menangis histeris dan menolak menyentuh bahkan melihat kemeja. Untuk mengetahui peristiwa apa yang menyebabkan trauma dan bagaimana mengatasinya, Ayah bunda perlu membawanya untuk diperiksa oleh psikolog atau psikiater anak. Salam Ci Lu Ba...(Cinta Keluarga Balita)


Oleh : kb.kotadenpasar | 09 September 2016 | Dibaca : 808 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
Sosialisasi Gerakan Sayang Ibu
Video
Kisah Si Geni
Facebook
Twitter