Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

ANAK CUEK DAN TIDAK KONSISTEN

Oleh : kb.kotadenpasar | 14 September 2016 | Dibaca : 589 Pengunjung

Apa kabar Ayah Bunda dan sahabat balita tercinta...kali ini kami dari Tim Ciluba akan membagikan informasi seputar permasalahan perilaku anak yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari berikut beberapa cara untuk mengatasinya. Edisi hari ini Rabu, 14 September 2016, adalah :

 

Sebagai orang tua, kami yakin Ayah bunda sudah mencoba segala cara untuk membuat anak menjadi lebih baik, tetapi jangan menyerah karena perubahan memang membutuhkan waktu. Salah satu persoalan  anak yang sepertinya mengalami kesulitan untuk mengorganisasi tugas-tugas sekolahnya, mudah lupa, dan menghindari tugas-tugas yang menuntut konsntrasi seperti menulis/mencatat dan menyimak di kelas. Ciri-ciri ini sering ditunjukkan oleh anak yang mengalami gangguan konsentrasi. Anak-anak seperti ini sebenarnya adalah anak-anak yang cerdas, tetapi kesulitan memfokuskan perhatian/berkonsentrasi. Ada juga yang disertai perilaku hiperaktif sehingga sulit untuk memenuhi tuntutan akademis  sekolah. Berikut adalah dua kelompok ciri perilaku yang bisa Ayah bunda pakai untuk mengecek perilaku anak Ayah bunda selama enam bulan terakhir ini.

 

Kelompok 1.

1.      Sering gagal memperhatikan detail dan membuat kesalahan karena ceroboh dalam tugas sekolah atau aktivitas lain.

2.      Sering mengalami kesulitan mempertahankan perhatian dalam tugas sekolah atau aktivitas bermain.

3.      Sering terlihat tidak mendengarkan ketika diajak bicara langsung.

4.      Sering tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas sekolah atau tugas lainnya (bukan karena tidak mengerti instruksi).

5.      Sering kesulitan mengatur/mengorganisasi tugas dan aktivitas.

6.      Sering menghindar, tidak suka, atau enggan terlibat dalam aktivitas yang menuntut usaha mental (seperti tugas sekolag atau PR).

7.      Sering kehilangan barang yang dibutuhkan untuk melakukan tugas atau aktivitas (seperti mainan, tugas sekolah, pensil, buku atau alat lainnya).

8.      Perhatiannya mudah teralih oleh rangsangan dari luar.

9.      Sering lupa dala aktivitas keseharian.

Kelompok 2.

1.      Sering memainkan tangan atau kaki, atau menggeliat di kursi.

2.      Sering meninggalkan kusi di kelas atau dalam situasi lain ketika ia diharapkan duduk tenang.

3.      Sering berlarian atau memanjat d dalam situasi dimana perilaku tersebut tidak pantas.

4.      Sering kesulitan bermain atau terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan dengan tenang.

5.      Sering berprilaku seolah dikendalikan oleh mesin/motor (bergerak terus tanpa henti).

6.      Sering bicara berlebihan (cerewet)

7.      Sering terburu-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai.

8.      Sering sulit menunggu giliran.

9.      Sering menginterupsi atau mengganggu orang lain (misalnya, menyela pembicaraan orang lain atau permainan).

Jika selama enam bulan terkhir ini anak menunjukkan minimal enam poin perilaku dari kelompok 1 dan minimal enam poin perilaku dari kelompok 2, dan semua perilaku tersebut muncul paling tidak didua tempat sekolah dan rumah (minta guru untuk mengecek dengan menggunakan kelompok ciri diatas ), sebaiknya Ayah bunda membawa anak ke psikolog/dokter/neurology anak untuk memastikan mengenai gangguan dan penanganannya yang tepat. Pada umumnya, penanganan kasus seperti ini membutuhkan kerjasama antara psikolog, neurolog anak, dan terapis. Kami berharap Ayah bunda bisa mendapatkan pelayanan seperti ini ditempat yang terdekat dengan domisili Ayah bunda.

Sementara itu, berkerjasamalah dengan pihak sekolah agar dapat menyediakan guru pendamping bagi anak untuk membantunya  secara individual baik dalam hal pelajaran maupun dalam pengendalian perilakunya. Dalam kasus-kasus tertentu, anak seperti ini butuh situasi belajar yang lebih tenang dan individual. Jika hal ini tidak memungkinkan, paling tidak ketika tes, anak ini lebih baik disendirikan agar ia lebih mudah berkonsentrasi. Demikian saran dari Tim kami. Semoga bermanfaat....Salam Ci Lu Ba...(Cinta Keluarga Balita)


Oleh : kb.kotadenpasar | 14 September 2016 | Dibaca : 589 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter