Baca Berita

TIDAK MANDIRI

Oleh : kb.kotadenpasar | 14 September 2016 | Dibaca : 641 Pengunjung

Apa kabar Ayah Bunda dan sahabat balita tercinta...kali ini kami dari Tim Ciluba akan membagikan informasi seputar permasalahan perilaku anak yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari berikut beberapa cara untuk mengatasinya. Edisi hari ini Rabu,14 September 2016, adalah :

 

Masalah kemandirian anak yang belum terbentuk dari anak anak sering dialami oleh para Ayah bunda. Memang gemas rasanya jika melihat anak yang sudah cukup besar tapi belum mandiri. Ketika anak memasuki usia sekolah dasar (6-12 tahun), paling tidak ia sudah bisa melakukan kegiatan bantu diri sendiri seperti makan, mandi, berpakaian, BAK, dan BAB. Jika sebelumnya ia masih membutuhkan bantuan dari orang lain, pada usia 6 tahun ke atas diharapkan mereka tidak membutuhkan bantuan lagi. Jadi sikap mandiri si anak sebaiknya dipupuk sedini mungkin. Bila perlu kemandirian sudah terbentuk pada usia pra sekolah.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan anak tidak mandiri, diantaranya pola asuh yang terlalu protektif (banyak larangan sehingga kurang latihan mandiri), terbiasa dilayani, terlalu cepat mendapatkan bantuan ketika mengalami kesulitan melakukan sesuatu, serta kurang mendapat penghargaan ketika berhasil melakukan sesuatu sendiri, tetapi malah direndahkan sehingga anak jera untuk mengulangnya kembali dan lebih memilih menyerahkannya pada orang lain. Misalnya, “Tuh kan nggak bersih mandinya....... sini mama yang mandiin lagi”.

Untuk putra putri ayah bunda, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dicoba:

v  Berikan pengertian pada anak bahwa sudah saatnya ia belajar melakukan segala sesuatunya sendiri dengan alas an, misalnya “ kamu kan sekarang sudah besar, sudah masuk SD” atau “Mama atau mbak kan nggak bisa di dekat kamu terus, jadi kamu harus bisa sendiri”.

v  Lakukan secara bertahap, jangan terlalu keras memaksa anak apalagi jika anak memang sudah terbiasa dilayani. Misalnya, ketika makan: selang-seling menyuapnya, sekali si anak makan sendiri, sekali disuapi.

v  Pecahlah satu tugas menjadi  bagian-bagian kecil sehingga mudah dilakukan sendiri oleh anak. Misalnya, berpakaian dibagi menjadi: mengambil pakaian dari lemari, memasukkan lengan, mengancingkan, dan seterusnya. Pada hari pertama anak ditargetkan untuk bisa mengeluarkan pakaiannya sendiri dari lemari, selanjutnya dilakukan oleh ibu. Jika anak berhasil dengan baik, pada hari berikutnya tambahkan dengan tahapan berikutnya, dan begitu seterusnya.

v  Yang paling penting adalah berikan kesempatan. Seringkali anak tidak terlatih karena memang tidak ada kesempatan, semua suadh tersedia dan terlayani.

v  Jangan lupa selalu hargai usaha anak sekecil apapun dengan pujian.

Selain poin-poin diatas, anda juga perlu menerapkan 2E pada diri sendiri, yaitu :

v  Ekstra sabar, mengingat anak selama ini terbiasa dibantu sehingga pasti akan muncul lebih banyak keluhan dari anak. Selain itu, anak biasanya juga membutuhkan waktu yang lama dalam memilih atau memutuskan sesuatu karena tidak terbiasa.

v  Ekstra tega, biasanya muncul rasa kasihan pada anak ketika melihatnya mencoba bersusah payah melakukan sesuatu sendiri.

Demikian dari tips dari kami. Smoga bermanfaat.   Salam Ci Lu Ba...(Cinta Keluarga Balita)


Oleh : kb.kotadenpasar | 14 September 2016 | Dibaca : 641 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
PENYULUHAN KB PRIA.
Video
Kisah Si Geni
Facebook
Twitter